Panduan Penulisan Skripsi STIE Nus Sangatta

DSC_3407Kegiatan penelitian merupakan sarana ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil-hasil yang dicapai dan berguna bagi kehidupan manusia dimulai dari kegiatan penelitian bahkan menjadi tradisi yang berlaku dalam pergaulan masyarakat ilmiah. Pengetahuan dan teknologi diperoleh saat ini dipastikan melalui kegiatan penelitian termasuk ilmu-ilmu pendidikan yang di dalamnya termasuk ilmu penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian mengandung metode atau cara yang harus dilalui sebagai syarat dalam penelitian. Metode dilaksanakan pada setiap kegiatan penelitian didasarkan pada cakupan ilmu pengetahuan yang mendasari kegiatan penelitian. Meskipun masing-masing terdapat karakteristik metode yang digunakan pada setiap kegiatan penelitian, akan tetapi terdapat prinsip-prinsip umum yang harus difahami oleh semua peneliti seperti pemahaman yang sama terhadap validitas dari hasil capaian termasuk penerapan prinsip-prinsip kejujuran ilmiah.

Berikut ini silahkan download panduan penulisan skripsi- PEDOMAN SKRIPSI ekonomi

Proposal Penelitian Kualitatif

PROPOSAL PENELITIAN

Implementasi Strategi Pembelajaran Life Skill Dalam Mata Pelajaran Fiqih di MTs N Model Babakan Kabupaten Tegal

  1. Latar Belakang Masalah

Dalam UU No. 20 tahun 2003 disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU Sistem Pendidikan Nasional Bab II pasal 3).

Selama ini pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan, misalnya perbaikan kurikulum, peningkatan kualitas SDM, pengadaan sumber belajar dan sarana prasarana lainnya, namun upaya ini belum menampakkan hasil yang berarti. Dari studi komparasi internasional menunjukkan bahwa mutu pendidikan di Indonesia kurang menggembirakan. Hasil studi Human Development Index (HDI), Indonesia menempati peringkat ke 112 dari 175 negara yang disurvei, tiga tingkat di bawah Vietnam. Demikian pula The Political Economic Risk Consultation (PERC) melaporkan Indonesia berada pada peringkat ke 12 dari 12 negara yang disurvei, satu peringkat di bawah Vietnam. Selanjutnya The Third International Mathematics and Science Study-Repeat (TIMSS-R 1999) melaporkan bahwa siswa SLTP Indonesia menempati peringkat ke 32 untuk Ilmu Alam dan 34 untuk Matematika, dari 38 negara yang disurvei di Asia, Australia dan Afrika.

Ditambah lagi data statistik yang menunjukkan bahwa sekitar 30% penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan, tidak semua lulusan SLTP dan SMA dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, data tahun 1999/2000 menunjukkan angka tidak melanjutkan pendidikan, di mana 19,45% untuk lulusan SLTP dan sebagian besar yaitu 53,12 untuk lulusan SMA. Padahal sebagai generasi penerus, mereka membutuhkan kecakapan agar tetap survive dalam hidupnya (Depag, 2005: 1-2).

Bisa di download di sini…Proposal

Proposal Penelitian Kuantitatif

  1. JUDUL

KORELASI ANTARA BIMBINGAN PAI ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR PAI SISWA DI SMP NEGERI 1 SAYUNG DEMAK TAHUN 2007/2008

 

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil prestasi belajar siswa adalah lingkungan. Sedangkan lingkungan ada beberapa macam seperti lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Lingkungan keluarga adalah yang mula-mula dikenal oleh seorang anak dalam mengenal pendidikan atau bimbingan seperti dalam hadist yang berbunyi sebagai berikut :

كل ﻣﻭﻠﻭﺪ ﻳﻭﻠﺪ ﻋﻠﻰ ﺍﻠﻓﻃﺮﺓ ﻓﺄﺑﻭﺍﻩ ﻳﻬﻮﺪﺍﻧﻪ ﺍﻮﻳﻧﺼﺮﺍﻧﻪ ﺍﻮﻳﻤﺠﺴﺎﻧﻪ (رواه مسلم)

 

Artinya

“Setiap anak yang dilahirkan telah membawa fitrah hanya bapak, ibunya lah yang menjadikan anak itu yahudi, nasrani, atau majusi”. (H.R.Muslim )[1]

 

Maka dari hadist di atas, jelas pada dasarnya anak dilahirkan dalam keadaan fitrah atau suci .kemudian tergantung orang tuanya dalam mendidik anaknya yang diberikan melalui kesehariannya, baik secara langsung atau tidak langsung dan melalui tingkah laku atau keteladanan.

Anak merupakan amanat dari Allah SWT kepada orangtua agar dapat dibimbing dengan baik. dididik supaya menjadi anak yang berbakti dan menjadi  anak yang saleh sehingga orangtua di dalam memberikan bimbingan atau pendidikan kepada anak-anaknya harus berhati-hati karena anak cenderung meniru perbuatan orang tuanya.

Lepas dari orang tua, anak dalam proses belajar mengajar di sekolah guru yang memegang peranan yang sangat penting, guna keberhasilan anak dalam mencapai cita-citanya. Seperti pendidikan agama misalnya, orangtua siswa di rumah dan guru agama di sekolah haruslah sama-sama tahu tentang peranannya di dalam mendidik dan membimbing si anak agar supaya dapat hidup sesuai dengan ajaran islam.

Sesuai dengan pendapat Zuhaerini dkk, bahwa pendidikan agama adalah usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar supaya hidup sesuai dengan ajaran islam.[2]

Oleh karena itu tentu ada kaitannya jika seorang anak berhasil dalam prestasinya di sekolah karena ditunjang oleh pendidikan atau bimbingan orang tua di rumah, sebaliknya jika anak kurang berhasil dalam prestasi di sekolah kemungkinan kurang mendapat bimbingan dari orang tuanya di rumah.

Bisa didownload di sini…Proposal


[1] Adib Bisri Mustofa, Terjemah Shaheh Muslim Jilid IV, Semarang, Asyiffa, 1993, hlm. 587.

 

            [2] Zuhaerini, dkk. Metodik Khusus Pendidikan Agama, IAIN, Sunan Ampel Malang, Surabaya, 1983, hlm. 25

 

MATERI KULIAH MANAJEMEN KEUANGAN

RESUME MATERI KULIAH MANAJEMEN KEUANGAN

Abstraksi

Manajemen Keuangan merupakan manajemen terhadap fungsifungsi keuangan. Fungsi – fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperloleh dana (raising fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation fund). Dalam pengalokasian dana perusahaan tidaklah boleh sembarangan, seorang manajer keungan harus terlebih dahulu mengusai bidangnya secara matang dikarenakan seorang manajer keuangan harus dapat mempertanggung-jawabkan keuangan perusahaan yang di dalamnya terdapat bidang akuntansi yang dimana pelaporan keuangan perusahaan harus sesuai dengan keadaan di lapangan.

Oleh karena itu perusahaan harus memiliki sistem manajemen keuangan yang dimana mereka harus memiliki rencana yang strategis dan juga harus dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan yang terkadang sangat tidak bersahabat.

Jika pingin mengetahui lebih lanjut, Silahkan di Download sendiri……..!!!

Pertemuan ke-1 Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Pertemuan ke-2 Bisnis, Pajak dan Lingkungan Finansial

Nilai Waktu terhadap uang

Pertemuan ke-3 Modal dan jenis modal

Manajemen modal kerja

Pertemuan ke-4 Manajemen Kas

Pertemuan ke-5 Manajemen Piutang

Manajemen Persediaan

Pertemuan ke-6 Teori Rasio Keuangan


ETIKA FILOSOFIS (FILSAFAT ETIKA) PERSPEKTIF AL-GHAZALI

            Al-Ghazali dalam pembahasannya tentang etika selalu menyorot dari berbagai perspektif baik kaitannya dengan filsafat maupun asumsi sufisme yang beliau miliki. Terutama mukaddimah tentang doktrin Islam, kebiasaan hidup dan akal manusiawi. Jika kita menggabungkan pendapat al-Ghazali mengenai etika seperti yang beliau paparkan dalam kitab Ihya Ulumuddin dan menaruhnya dalam satu bingkai, maka diantaranya tidak ada keselarasan. Salah satunya dalam bentuk I’tibar aqli (penggambaran akal). Karena sesekali beliau berpegang terhadap konsep syara’ dan akal dalam menerangkan pendapatnya. Namun sesekali beliau juga berpegang kepada konsep syara’ dan ilham dan menyampingkan akal. Beliau berpegang teguh kepada syara’ tetapi saling berlawanan antara penggambaran akal dan ilham. Kemudian setelah itu beliau menetapkan akal di samping syara’, yaitu konsep akal para filosof Yunani dan menolak pemikiran Plato dan Aristoteles dalam batasan qonun akhlak. Lalu beliau juga sedikit mengingkari konsep akal dan mengambil pemikiran sufisme beliau sebagai landasan ma’rifah yaitu ilham.

Lihat selengkapnya download di bawah ini……..

ETIKA FILOSOFIS

Proposal penelitian kualitatif

PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN ETOS KERJA GURU DI MADRASAH ALIYAH ROHMANIYAH MRANGGEN

1. Latar Belakang Masalah

Dalam dunia pendidikan, kepemimpinan kepala sekolah sangat menentukan dalam memperlancar kegiatan belajar mengajar (KBM). Peranannya bukan hanya menguasai teori-teori kepemimpinan, lebih dari itu seorang kepala sekolah harus bisa mengimplementasikan kemampuannya dalam aplikasi teori secara nyata. Untuk itu seorang kepala sekolah dituntut untuk memiliki ilmu pendidikan secara menyeluruh

Dalam hal ini, pengembangan SDM merupakan proses peningkatan kemampuan manusia agar mampu melaksanakan pilihan-pilihan. Pengertian ini memusatkan perhatian pada pemerataan dalam peningkatan kemampuan manusia dan pemanfaatan kemampan  itu.[1]

Kepala sekolah adalah pemimpin yang mempunyai peran sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah.

Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapailah tujuan kelompok itu. Tujuan tersebut merupakan tujuan bersama.[2] Pemimpin berfungsi memberi dorongan kepada anggota kelompok untuk menganalisis situasi supaya dapat dirumuskan rencana kegiatan kepemimpinan yang dapat memberi harapan baik. Dan juga merumuskan dengan teliti tujuan kelompok supaya anggota dapat bekerja sama mencapai tujuan tersebut.[3]

Seorang kepala sekolah menduduki jabatannya karena ditetapkan dan diangkat oleh atasan (yayasan).[4] Didalam usaha meningkatkan mutu sekolah, seorang kepala sekolah dapat memperbaiki dan mengembangkan fasilitas – fasilitas sekolah. Disamping itu juga harus memperhatikan mutu guru-guru dan seluruh staf kantor.[5]

Fungsi dan tugas kepala sekolah sebagai pemimpin (leadership) antara lain:

  1. Dapat dipercaya, jujur dan tanggungjawab.
  2. Memahami kondisi guru, karyawan dan siswa.
  3. Memiliki visi dan memahami misi sekolah
  4. Mengambil keputusan urusan intern dan eksteren sekolah
  5. Membuat, mencari dan memilih gagasan baru.[6]
Mau lihat selengkapnya, silahkan download di sini Prop. penelitian kualitatif


[1] Dr. E. Mulyasa, M.Pd. Menjadi Kepala Sekolah Professional (Dalam Konteks Menyukseskan MBS Dan KBK). PT REMAJA ROSDAKARYA.Bandung. Cet. Kelima. Januari 2005. Hlm. 24

[2] Drs. Soekarto Indrafachrudi, Mengantar Bagaimana Memimpin Sekolah Yang Baik. GhaliaIndonesia.Jakarta. 1993. Hlm. 12

[3] Ibid., Hlm. 14

[4] Drs. Soewadji Lazaruth, Kepala Sekolah Dan Tanggung Jawabnya. Kanisius.Yogyakarta. Cet. Ketiga. 1988. Hlm. 20.

[5] Ibid., hlm. 21

[6] Sumber data informasi MA. Rohmaniyyah.Mranggen 2008. Fungsi dan Tugas kepala sekolah.